12 Jul 2012

Pelanggan Broadband Diprediksi Capai 30 Juta

BANDUNG, (PRLM).- Pada 2012 jumlah pelanggan broadband (internet cepat) di Indonesia diprediksi akan mencapai 30 juta orang, naik lebih dari 200% dibandingkan tahun lalu. Lembaga Riset Telematika Sharing Vision memperkirakan, pada 2011 jumlah pengguna broadband di tanah air masih kurang dari 10 juta orang.
“Tahun ini pelanggan broadband akan melampaui 20 juta orang, bahkan bisa mencapai 30 juta orang. Trend 2012, broadband everywhere,” ujar Chief Sharing Vision, Dimitri Mahayana, di Bandung, beberapa waktu lalu.
Pesatnya lonjakan pengguna broadband tersebut terjadi seiring dengan pertumbuhan pengguna internet di tanah air, yang tahun ini diprediksi akan menembus 125 juta orang atau mencapai setengah populasi Indonesia. Saat ini jumlah pengguna internet di tanah air berada pada rentang 50 juta-100 juta orang.
“Ke depan access point, hot spot akan semakin banyak, dimana-mana. Bisnis broadband akan terus berkembang pesat. Pasarnya sangat terbuka. Ke depan, semua operator akan berlomba mengejar market ini,” katanya.
Selain pertumbuhan pengguna internet, lanjutnya Dimitri, Facebook dan social networking akan menjadi driver boomingnya broadband sepanjang 2012. Ia memprediksi, jumlah pengguna social network di Indonesia tahun ini akan melampaui 50 juta yang 41 juta di antaranya adalah pengguna Facebook.
“Tahun ini Facebook masih tetap menjadi trend. Secara umum, saat ini trend penggunaan social network mulai merambah pada e-commerce, dengan maraknya penjualan online melalui Facebook,” ujar Dimitri.
Faktor pendorong lainnya adalah keberadaan Google yang sudah menjadi mainstream. Menurut dia, pengguna internet di Indonesia akan semakin ketergantungan terhadap mesin pencari tersebut. Apalagi, saat ini Google menyediakan 100 ribu domain gratis bagi usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia.
“Belum lagi dengan home edutainment yang mengarah pada koneksi broadband serta pesatnya pertumbuhan budaya sharing knowledge di tanah air. Faktor-faktor ini juga akan santat berperan dalam memacu pertumbuhan broadband sepanjang 2012,” tutur Dimitri.
Itulah, menurut dia, mengapa jika operator masih ingin bertahan pada 2012 disarankan untuk fokus menggarap pasar broadband. Jika tidak ingin ditinggalkan pelanggan, ia berpesan agar operator juga konsen melakukan penambahan belanja modal untuk memperbaiki dan menambah infrastruktur. (A-150/A-108)***